PENGUMUMAN

SMA Muhammadiyah Borobudur Menerima Pendaftaran Peserta Didik Baru Tahun Pelajaran 2023/2024

Alamat Kami

JL. Sudirman, Borobudur Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, 56553

+62 813-9328-7912

smabormu77@gmail.com

Meningkatkan Minat Belajar Seni Tari Tradisi melalui Model Pembelajaran Project Based Learning dengan Mengintegrasikan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) ke dalam Desain Pembelajaran

ESSAY

 Seni tari tradisi merupakan salah satu kekayaan budaya bangsa. Namun, untuk

menumbuhkan minat belajar peserta didik untuk mengenal dan melestarikan, pendidik perlu

membuat pembelajaran lebih menarik dan relevan. Salah satu pendekatan yang efektif adalah

Project Based Learning (PjBL) dengan mengintegrasikan Technological Pedagogical Content

Knowledge (TPACK).

PjBL memberikan konteks nyata bagi peserta didik untuk belajar. Dalam konteks

pembelajaran seni tari tradisi, projek dapat melibatkan pementasan kolaboratif, penelitian

mendalam tentang asal-usul tarian, atau bahkan penciptaan koreografi baru yang terinspirasi

dari tradisi. Melibatkan peserta didik dalam projek seni tari akan meningkatkan minat mereka

karena mereka merasa terlibat dan memiliki tanggung jawab terhadap hasil akhir.

Penting untuk memahami bahwa teknologi dapat menjadi alat yang sangat efektif

untuk meningkatkan pembelajaran seni tari tradisi. Dalam hal ini, kita dapat

mengintegrasikan Model TPACK, yang mencakup pengetahuan tentang teknologi, pedagogi,

dan konten.

Integrasi TPACK dalam Desain Pembelajaran Seni Tari Tradisi

  1. Pengetahuan Teknologi (TK):

 Memanfaatkan aplikasi dan perangkat lunak yang mendukung pembelajaran

tari tradisi, misalnya, aplikasi untuk merekam gerakan tarian atau platform

daring untuk berbagi informasi.

  1. Pengetahuan Pedagogi (PK):

 Menggunakan teknologi untuk memberikan umpan balik langsung terhadap

penampilan peserta didik.

 Menerapkan platform daring untuk berkolaborasi dan berkomunikasi antar

peserta didik.

  1. Pengetahuan Konten (CK):

 Menyusun materi pembelajaran online yang kaya konten untuk memahamkan

aspek-aspek dalam penyusunan pola lantai.

  1. Pengetahuan Pedagogi Konten (PCK):

 Mengembangkan metode pengajaran yang memadukan pengetahuan pedagogi

dengan pemahaman mendalam tentang seni tari tradisi.

Pendekatan ini bermanfaat dalam:

Peningkatan Keterlibatan: Peserta didik akan lebih terlibat dalam pembelajaran

karena mereka terlibat dalam projek nyata dan menggunakan teknologi dalam

prosesnya.

Peningkatan Kreativitas: Integrasi TPACK memungkinkan peserta didik untuk

menggabungkan teknologi dengan seni tari tradisi, meningkatkan kreativitas dan

inovasi.

Pemahaman yang Mendalam: Melalui projek dan integrasi TPACK, dalam konteks

sub materi pengelolaan pola lantai peserta didik mendapatkan pemahaman yang lebih

mendalam tentang pengertian, jenis, fungsi, prinsip pergeseran atau perpindahan

penari untuk membuat pola lantai sebagai bentuk apresiasi terhadap seni tari tradisi.

Dengan menggabungkan PjBL dan TPACK dalam desain pembelajaran seni tari

tradisi, pendidik dapat menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna,

sehingga meningkatkan minat belajar dan keterlibatan peserta didik dalam kegiatan

pembelajaran di kelas.

Fenomena pembelajaran abad 21 seiring dengan dinamika kurikulum merdeka

yang berjalan dalam kurun waktu kurang lebih 2 tahun ini, menyebabkan disrupsi dalam

proses pembelajaran di sekolah khususnya di SMA Muhammadiyah Borobudur.

Pembelajaran yang bersifat teacher centered dan penggunaan media pembelajaran yang tidak

interaktif sekarang ini sudah tidak lagi relevan untuk menumbuhkan keterampilan abad 21

yang harus dimiliki oleh peserta didik. Model pembelajaran abad 21 menekankan pada

produk dan otonomi belajar sejak merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi hasil belajar.

Guru sebagai pendidik perlu bersikap luwes dalam merancang pembelajaran, rancangan

membuka peluang perubahan strategi, fokus pada hasil ketercapaian belajar peserta didik

tidak lagi pada bagaimana materi selesai disampaikan namun mengarah pada pembelajaran

yang bersifat student centered dan mengarah pada deferensiasi pembelajaran sesuai kondisi

dan kebutuhan peserta didik.

Rendahnya minat dan keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran seni tradisi

pada sub materi pengelolaan pola lantai di kelas, mendorong penulis untuk merancang desain

pembelajaran menggunakan model pembelajaran PjBL dan menyajikan materi menggunakan

aplikasi Sway Office Microsoft 365 (Link Materi dari Sway.Office M.365

https://bit.ly/SubMateriPolaLantai) dan Canva untuk membuat video pembelajaran pola

lantai (Link Video Pembelajaran dari Canva https://bit.ly/40nILwv) yang lebih interaktif

menarik, dapat diakses dimanapun dan kapanpun sesuai tingkat kecepatan pemahaman serta

mudah dipahami oleh masing-masing peserta didik.

Untuk mengkondisikan agar tidak terjadi kendala yang berarti dalam penggunaan

media pembelajaran yang sudah ditentukan, misalnya peserta didik tidak memiliki gawai,

gawai yang dimiliki tidak ada kuotanya, wifi sekolah tidak stabil maka penulis melakukan

assesmen kesiapan belajar peserta didik sebelum pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Dari

hasil assesmen tersebut dapat diketahui kondisi dan kebutuhan peserta didik, sehingga peserta

didik dapat terfasilitasi dengan baik selama proses kegiatan pembelajaran sesuai

kebutuhannya masing-masing.

Pelaksanaan aksi yang dilaksanakan penulis sangat efektif untuk mengatasi

masalah dalam pembelajaran. Peserta didik merespon media pembelajaran yang digunakan

dengan antusias, peserta didik terfasilitasi sesuai kebutuhan belajarnya, sehingga

meningkatkan minat dan keterlibatannya dalam pembelajaran.

Dampak dari aksi terhadap langkah-langkah yang dilakukan, yaitu:

  1. a) Pelaksanaan model pembelajaran Project Based Learning (PJBL) mampu membuat

peserta didik belajar secara aktif, menyenangkan serta membuat peserta didik memiliki sifat

yang optimis, komitmen dan berinisiatif. Hal ini dibuktikan dengan kemampuan peserta didik

dalam mempresentasikan hasil diskusinya dan peserta didik dapat menguasai materi yang

akan dipresentasikan.

  1. b) Melalui model pembelajaran Project Based Learning (PJBL), peserta didik dituntut

belajar secara kolaboratif dan membuat suatu karya sehingga peserta didik lebih antusias

dalam belajar, peserta didik dituntut untuk mencari solusi dalam memecahkan masalah

melalui berbagai referensi, peserta didik tidak segan untuk bertanya maupun menjawab

pertanyaan dari guru.

  1. c) Menggunakan media pembelajaran berbasis TIK dan menerapkan pendekatan TPACK

dalam proses pembelajaran membantu meningkatkan keterlibatan, kemampuan

pengetahuan, keterampilan, sikap dan berfikir kritis peserta didik dalam pembelajaran.

Adapun bentuk medianya adalah video pembelajaran yang dibuat menggunakan aplikasi

Canva dan Sway Office Microsoft 365, dengan menyajikan materi contoh tutorial membuat

pola lantai yang interaktif, menarik, dan nyata sehingga dapat mudah dipahami oleh peserta

didik.

Adapun yang menjadi faktor keberhasilan dari strategi yang dilakukan yaitu,

kemampuan guru menyiapkan modul ajar, guru melaksanakan assesmen kesiapan belajar

peserta didik sebelum kegiatan pembelajaran yang mengarahkan pada pembelajaran

berdeferensiasi sesuai kebutuhan peserta didik, kompetensi pedagogik dan digital pendidik,

keterampilan guru dalam mengelola kelas dan menyajikan materi dengan mengintegrasikan

technological pedagogical content knowledge (TPACK) ke dalam desain pembelajaran.

Dengan memadukan keunggulan media pembelajaran digital dan model

pembelajaran PjBL dalam menyampaikan materi seni tari tradisi, kita dapat menciptakan

lingkungan pembelajaran yang menarik dan relevan bagi peserta didik. Meningkatkan minat

belajar seni tari tradisi bukan hanya tentang mempertahankan warisan budaya, tetapi juga

memberikan peserta didik alat untuk mengembangkan kreativitas, apresiasi terhadap

keberagaman, dan rasa identitas diri yang kuat serta menstimulus peserta didik untuk

memiliki

keterampilan abad 21

yakni character (karakter), citizenship (kewarganegaraan), critical thinking (berpikir

kritis), creativity (kreatif), collaboration (kolaborasi), dan communication (komunikasi).

 

 

DAFTAR PUSTAKA

https://edeposit.perpusnas.go.id/collection/media-pembelajaran-digital-sumber-elektronis

/116941#

https://fliphtml5.com/fgxqg/royj/basic_ Media Pembelajaran Digital (Hamdan Husein

Batubara)

https://jurnal.uns.ac.id/jkc/article/view/65655

http://eprints.uns.ac.id/13434/

https://jurnal.untirta.ac.id/index.php/matra/article/view/20379

https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2022/09/mengenal-peran-6c-dalam-pembelajara

n-abad-ke21

https://journals.ums.ac.id/index.php/jmp/article/view/9486/5193

Abdurachman, Rosid dan Iyus Rusliana. 1983. Apresiasi Seni Tari untuk SPG. Jakarta:

Direktorat Pendidikan Guru dan Tenaga Teknis.

Arikunto, Suharsimi dkk. 2007. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.

Perkembangan Moral dan Sosial Jilid 2. Jakarta: Erlangga.

Harsanto, Radno. 2007. Pengelolaan Kelas Yang Dinamis. Yogyakarta: Kanisius.

Hidajat, Robby. 2005. Wawasan Seni Tari Pengetahuan Praktis Bagi guru Seni Tari.

Malang. Jurusan Seni dan Desain Fakultas Sastra UNM.

Hurlock, Elizabeth B. 1978. Perkembangan Anak Jilid 1. Jakarta: Erlangga.

L, Zulkifli. 2009. Psikologi Perkembangan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Solahudin, Mahfudh. 1990. Pengantar Psikologi Pendidikan. Surabaya: Bina Ilmu

S, W. Winkel. 2007. Psikologi Pengajaran. Yogyakarta: Media Abadi.

 

Rena Wahyu Purwaningsih, S. Pd_PPG DalJab 2023.2

LPTK Universitas Negeri Semarang

Leave a Reply